Keseruan Buka Bersama IPA 1 Di Hotel SAE INN

Sebenernya ini pengalaman bukber tahun lalu berhubung sekarang adalah bulan ramadan. Gak ada salahnya aku share cerita ini sekarang di blog.

Awal Mula

Awal mula terjadinya bukber sama temen-temen sma kelas 12 ipa 1 atau yang biasa kami menyebutnya dengan SENSE1 (Student of Science 1) berawal ketika aku berkirim dm instagram dengan temen sebangkuku yang bernama Andry atau yang anak-anak sering manggilnya Joni. Si Joni ini alumni STAN dan sekarang udah kerja di Maluku sana, dalam sebuah dm kalo gak salah aku pernah bilang gini

“Jon, mungkin tahun ini tahun terkakhir anak-anak kelas ipa 1 bisa ngumpul (banyak yang ikut) apalagi momennya pas buka bersama. Kalo tahun depan mungkin udah mulai susah karena tahun depan hampir semuanya udah pada kerja.”

Nah mungkin karena kalimat tersebutlah atau apa tiba-tiba Joni bilang ke grup kelas (yang kini sudah menjadi zombie akibat penghuninya yang lama sudah tidak aktif). Dia nanya mau mau ngadain bukber apa kagak neh?.

Karena dasarnya adalah grup zombie, jadi yang menjawab pertanyaan dari si Joni pun sangat amat sedikit.

Namun kebanyakan sih bilang “ayok”.

Setelahnya, grup yang tadinya suwung tersebut kembali ramai dengan diskusi acara buka bersama. Namun ditengah hiruk pikuknya grup kelas, hampir nggak ada yang mengusulkan diri untuk menjadi seorang panita atau minimal mengajukan diri untuk ikut membantu terlaksananya buka bersama.

Semua orang kini sibuk dengan rutinitasnya masing-masing. Termasuk juga aku yang waktu itu sibuk ngerjain Tugas Akhir. Beberapa temen ada yang mengusulkan namaku sebagai panita. Of course, aku tidak mempermasalahkan soal ini, aku bilang dalam grup kelas:

“Mumpung aku masih berada di kendal, aku siap membantu nyariin tempat. tapi minimal ada yang bantuin juga.”

Tidak Kebagian Tempat

H-seminggu lebaran, Joni balik dari Maluku. Beberapa hari setelahnya kami berkeliling menelusuri kota kecil ini mencari tempat makan yang sekiranya enak buat buka bersama. Banyak sekali tempat yang sudah kami datangi dari Pondok Ijo Weleri, Tirto Arum Kendal, Maknyuss Kendal, Aldilla Kendal, dll hampir semuanya dalam status booked.

Kalaupun ada yang masih bisa dibooking, itupun tempatnya kurang begitu menarik tentu saja kami kurang sreg. Ya wajar banget sih, mengingat lebaran yang semakin dekat. Kami mengakhiri perjalanan kuliner tersebut tanpa menghasilkan apapun.

Malem harinya, aku coba komunikasi sama salah satu temen sekelasku juga yang namanya Rika.

“Aku juga ngga ada ide sih ti, udah pada full booked soalnya. Padahal di Tirto Arum Kendal itu viewnya bagus banget lho. Apa di Hotel Sae Inn aja ya? Tapi mahal sih kalo bukber di hotel gitu. hahaha.”

Aku menanggapi candaan itu dengan bilang ke grup:

“Eh, si Rika punya usul gimana kalo ke Hotel Sae Inn?”

Lalu setelahnya ada yang setuju ada yang kurang setuju, yang kurang setuju dengan alasan biasanya sih mahal kalo bukber di hotel.

Ditraktir!

Bos e

Diantara berbagai macam kebingungan yang terjadi sedangkan waktunya yang sudah sangat mepet tersebut. Kemudian salah satu temen sekelas kami si Gita, dia setuju dengan ide bukber di hotel Sae Inn dan dia mau bantu ngusahain biar bisa bukber disana karena si Gita ini bekerja di perhotelan yang mana dia juga punya temen kenalan di hotel tersebut.

Tak berapa lama datang seseorang yang sangat baik hati namanya Joni “Give him a stand applause ๐Ÿ‘” memberi pengumuman bahwa dia yang akan mentraktir bukber di hotel which mean di hotel tsb bukbernya “all you can eat” dengan harga per orang yang lumayan mahal untuk ukuran kantong mahasiswa dan orang yang baru saja bekerja.

Yang tadinya anak-anak yang mau ikut cuman dikit, karena denger embel embel “ditraktir” akhirnya yang ikut jadi banyak ๐Ÿ˜

Dan berikut ini keseruan kami selama buka bersama.

Ciwi ciwi lagi pose

Bose lagi makan hahaha
Ini si lekha yang jago nyanyi neh

Eits, ada yang ulang tahun

So far pilihan makanan dan minumannya cukup banyak sih untuk berbuka puasa, dan yang menjadi nilai plusnya karena tempatnya yang ciamik (cakep buat spot foto-foto) kian menambah keseruan kami saat buka bersama.

Si Gita,

Oh ya, kenapa cowoknya cuman ada dua. Itu karena yang lain pada gak bisa dateng, total ada 6 orang cowok di kelas kami dan ada salah seorang temenku cowok yg lupa ngga ada yg ngabarin dia soal bukber ini. Alhasil begitu foto-foto ini diupload di instagram dia komen kenapa engga diajak??.

Ahaha im so sorry bro! โœŒ

Demikian kisah bukber kami, nantikan keseruan kami yang lainnya

*Saran kalo mau bikin acara bukber jangan mepet dengan H-Lebaran. Selain karena jalan raya yang mulai rame, juga susah buat dapetin tempat bukber karena biasanya hari-hari segitu semua tempat bukber udah full booked.

Tinggalkan komentar agar aku bisa berkunjung ke blog kalian :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: