Pengalaman Sakit Gigi Karena Gigi Berlubang

Jujur sih awalnya ungkapan “lebih baik sakit gigi daripada sakit hati” itu aku setuju banget. Karena selama ini belum pernah sama sekali ngerasain gimana rasanya sakit gigi. Barudeh ketika ngalemin sakit gigi, ungkapan tersebut aku balik “lebih baik sakit hati daripada sakit gigi” ๐Ÿ˜€

Awal Mula Sakit Gigi

Jadi ceritanya sebulan yang lalu lebih tepatnya di tanggal-tanggal awal bulan Oktober 2017 aku menderita sakit gigi, awal-awal sakit gigi yang kurasain itu ngilu-ngilu. Yaudah deh karena aku ngiranya ini pasti gegara gigi sensitive neh, yaudah malem hari aku beli pasta gigi yang itu tuh yang khusus buat gigi sensitive. Dasar sebelumnya gak pernah beli pasta gigi itu, eh buset ternyata harganya jaug lebih mahal daripada pasta gigi yang biasanya, untung uang yang kubawa kagak kurang ๐Ÿ˜€

Setelah beberapa kali pemakaian, wah kok enak. Rasa ngilu di gigi jadi berkurang. Namun beberapa hari kemudian gigi geraham bawah yang paling ujung berasa nyeri. Nyerinya meski gak gitu parah tapi bikin gak nyaman banget. Setelah aku lihat dengan bantuan senter dari smartphone dan sebuah cermin, hmm mungkin ini gara-gara gigi geraham bungsu yang tumbuhnya miring.

Buat yang belum tahu apa itu gigi geraham bungsu, gigi geraham bungsu atau yang disebut dengan wisdom teeth adalah gigi geraham gigi geraham terakhir yang tumbuh biasanya di awal umur dua puluh tahunan. Nah tumbuhnya gigi geraham bungsu ini sering menimbulkan masalah, salah satunya adalah rasa nyeri yang luar biasa. Rasa nyeri ini biasanya terjadi jika sudah tidak ada lagi ruang yang tersisa pada gusi yang bisa ditempati gigi bungsu.

Sempat aku mengira gara-gara gigi geraham bungsu, baca-baca artikel di internet katanya kudu dioperasi agar gigi geraham bungsunya bisa tumbuh normal.

Hal tersebut sukses bikin aku jiper untuk memeriksakannya ke dokter gigi.

Beberapa hari kemudian rasa sakitnya kok semakin menjadi, kalau tadinya rasa sakitnyaย hanya di ujung gigi geraham bawah bagian kiri nah sekarang semua gigi geraham bawah dan atas serasa nyeri. Apalagi ketika udara dingin seperti di malam hari, rasa sakitnya semakin menyiksa. Untuk mengurangi nyeri, aku biasa meminum obat-obatan pereda nyeri seperti antalgi, asam metafenamat, antibiotik amoxylin dan terkadang paracetamol apabila gusi terasa pegal.

Periksakan Ke Dokter Gigi

Setelah kurang lebih 2 minggu tersiksa akibat sakit gigi pada akhirnya aku memeriksakan diri ke puskesmas. Tadinya sih mau langsung periksa ke dokter gigi saja, cuman setelah kupikir pikir mungkin biaya berobat di puskesmas lebih murah.

Dua kali pergi ke puskesmas, namun dua-duanya tidak terdapat praktik klinik gigi. Pada akhirnya disarankan untuk periksa ke puskesmas di kecamatan X karena disana terdapat dokter gigi. Yaudah langsung deh pergi kesana, begitu sampai disana gigiku langsung di cek pakai alat kalo gak salah namanya cermin gigi? *koreksi kalo salah ya ๐Ÿ˜€

Nah setelah di cek dokter gigi tsb menjelaskan jika gigiku terdapat gigi geraham bungsu. Setelah itu dituliskan sebuah resep untuk ditebus di apotek puskesmas.

Begitu jalan keluar dari ruangan gigi, aku sempat membaca resepnya. Dan disitu aku kecewa berat. Mendapati tulisan yang tertera di resep adalah obat pereda nyeri yang biasa aku pakai untuk mengurangi sakit gigi.

“Lho kok cuman dapat obat pereda nyeri sih? Kan tiap hari aku udah mengkonsumsinya!” Gerutuku dalam hati.ย ๐Ÿ™

Yaudah aku mencoba berpikir positif mungkin sakit gigiku bisa hilang. Ketika aku hendak membayar obat di apoteker

“Berapa bu?”

“Gratis pak”

“Hah serius? Terima kasih” padahal disitu aku periksa lewat Umum tidak memakai BPJS.

Skip skip skip..

Obat dari puskesmas rutin aku minum 3x sehari, namun rasa sakit di gigi masih saja terasa. Sakit gigi baru menghilang setelah minum obat, begitu khasiat obat sudah mulai menghilang sakit gigi terasa kembali. Yang paling terasa amat sakit yaitu ketika malam hari aku begadang, kemudian paginya aku mengantar adikku ke kost di semarang. Jarak Kendal-Semarang bukanlah jarak yang dekat, apalagi ditempuh dengan sepeda motor. Ketika sampai di rumah, kurang lebih jam 12 siang. Senuutt sakit gigi itu datang kembali, namun yang ini jauh lebih sakit. Sampai gak bisa ngapa-ngapain, gulang guling di kasur karena saking sakitnya. Sampe-sampe marah dan kesel sendiri gegara sakit gigi yang gak ilang-ilang. Rasa sakitnya baru hilang setelah satu jam meminum obat.

Akhirnya di hari jumat, aku memutuskan untuk memeriksakan gigi di dokter gigi Eko. Letaknya yang cukup dekat dengan rumahku membuatku memlilih untuk periksa disana selain itu dokter gigi tersebut sudah cukup terkenal oleh masyarakat.

Aku memeriksakan gigi bersama ibuku lagi, kami tiba disana jam 5 sore. Dan dokternya baru saja pulang kerumah jam setengah 6 sore. Cukup lama aku menunggu karena mendapat antrean nomor 10. Sewaktu mendaftat antrean, seorang perawat gigi yang masih muda mengenaliku.

“Lhoh tian?” Ucapnya kaget melihatku.

Aku hanya memberikan senyuman kecil, bukan karena sedang sakit gigi. Sakit gigi sudah kuhilangkan sementara dengan meminum obat anti nyeri, melainkan kok dia bisa mengenaliku?.

Cukup lama aku berpikir dan mengingat-ingat dan oh! Ternyata dia teman sekelasku sewaktu SMA namanya Bounty. Setelah lulus SMA dia memang memutuskan untuk lanjut study ke perawat gigi dan nggak nyangka aja bisa ketemu lagi disini. Aku langsung meminta kontak dia jika sewaktu-waktu datang lagi untuk periksa.

Dan akhirnya namaku dipanggil, aku langsung masuk ke ruangan dan dokter gigi menyuruhku untuk langsung duduk di kursi periksa. Awalnya kaget, aku kira dokter gigi ini adalah laki-laki ternyata seorang wanita.

“Kenapa mas giginya?” Ucapnya dengan ramah. Aku kira bakalan ketus karena dokter senior.

“Ini dok sakit bagian geraham atas dan bawah bagian kiri” balasku.

“Buka dulu ya mulutnya”

Aku langsung membuka mulutku, si Bounty membantu mengasisteni dokter dengan menyalakan lampu untuk melihat gigiku. Kemudian dokter mengambil spatula untuk melihat gigi-gigiku.

“Ooh ini cuman gigi berlubang mas, kalo saya kasih obat nyeri dulu mau nggak?”

Berkaca dari pengalaman sewaktu periksa di puskesmas kemaren, langsung aku jawab

“Waduh jangan dok, ini aja minggu lalu sudah periksa di puskesmas cuman dikasih obat tapi masih saja sakit” keluhku

“Lha terus gimana?” Tanya dokter

“Advice dari dokter gimana dok?” Tanyaku

“Kalau ditambal mau?”

“Mau dok!” Jawabku siap.

Kemudian dokter menyiapkan sesuatu. Beberapa kemudian dokter kembali dan memintaku untuk kembali membuka mulut, dokter memasukkan sesuatu yang bisa kutebak ini pasti antiseptik untuk membersihkan gigi berlubang.

Awalnya sama sekali nggak terasa sakit, begitu anti septik menyentuh rongga gigi yang berlubang terasa semacam kenyal seperti menyentuh sebuah jelly lalu kemudian.

Nyuuttt!!

“Eh, kaget aku mas hehe” ucap dokter kaget karena seketika tubuhku tersentak karena rasa sakit yang luar biasa.

“huhu” keluhku dalam hati meringis kesakitan. Gengsi dong mau mengeluh sakit karena seorang cowok.

“Sakit ya mas?” Tanya dokter

“Hehe iya dok” Ucapku sambil tersenyum kecut.

“Kumur dulu mas, saya mau nyiapin buat nambal giginya” Saran dokter

Aku langsung mengambil air yang tersedia didalam gelas untuk berkumur.

Cukup lama menunggu sampai siap untuk ditambal giginya, sampai pada akhirnya gigi selesai ditambal dan disuruh kumur kembali.

Yang mengherankan, ketika selesai ditambal sampai sekarang hari ke 5 setelah ditambal rasa sakit di gigi hilang seketika. Sama sekali nggak ngerasain sakit gigi lagi.

Cuma setelah ditambal aroma bahan buat nambal berasa kayak alumunium foil bungkus rokok gitu aromanya.

Setelah satu minggu disuruh kontrol kembali untuk mengecek hasil tambalannya.
Yaitu tadi adalah pengalamanku seputar sakit gigi karena gigi berlubang. Kalo kalian punya pengalaman juga seputar sakit gigi komen dong di kolom komentar di bawah ini ๐Ÿ˜€

Kesimpulan Dari Cerita Diatas

Buat yang sedang ngalemin gejala sakit gigi, saran dari aku segeralah untuk memeriksanya ke dokter gigi. Obat-obatan pereda nyeri mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri akibat sakit gigi seperti Antalgin, Asam Metafenamat, Ponstan, dll. Namun perlu diingat, obat ini hanya mengurangi atau menghilangkan sakit gigi secara sementara, ketika khasiat dari obat sudah habis maka sakit gigi akan timbul kembali. Maka dari itu segeralah untuk memeriksanya ke dokter gigi, untuk diketahui secara pasti apa penyebab dari sakit gigi kalian ๐Ÿ™‚

Jangan takut untuk memeriksakannya ke dokter gigi.

Bukankah lebih cepat akan lebih baik bukan? ๐Ÿ™‚

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan jejak dibawah ini ya :)

%d blogger menyukai ini: