Baby, You Are My Helianthus. You Are My Sun.

Im your Sun, you are my helianthus.
You are my Sun, and Im your helianthus.

Dahulu kala sewaktu aku masih kecil, tumbuh sebuah bunga yang indah di pekarangan rumah. Terletak tepat disebelah tanaman buah semangka yang pada waktu itu buahnya berhasil tumbuh. Bunga tersebut tampak berbeda jika dibandingkan dengan bunga yang lainnya, berwarna kuning terang dengan kepala bunga yang besar.

Bunga yang sangat indah.. (pikirku)

Entah kenapa setiap hari aku selalu memperhatikan bunga tersebut, aku heran kenapa bunga tersebut selalu menghadap kearah matahari saat aku memperhatikannya. Bahkan tak jarang aku iseng mencoba untuk menyentuh dan memegang bunga tersebut.

Aku juga sering bermain mobil-mobilan atau bahkan robot-robotan didekat bunga tersebut. Rasa-rasanya bunga tersebut seperti sudah menjadi teman kecilku yang setia dikala aku kesepian menunggu kedua orang tuaku pulang bekerja. Bahkan aku pernah menangis kesakitan akibat digigit lebah lantaran mencoba menjauhkan bunga tersebut agar tidak diganggu oleh lebah yang jahat, begitu pikirku di masa kecil.

Hingga pada suatu hari..

Aku tak menemukan bunga tersebut ditempat yang biasa aku temui, kini tempat tersebut sudah berubah dengan paving yang telah terpasang menggantikan tanah di pekarangan rumah. Bahkan aku pun tak menemukan tanaman yang lain disekitar sana. Ku coba cari kemana-kemana namun tak kutemukan dimana bunga tersebut berada. Aku begitu merasa sedih karena telah kehilangan bunga tersebut.

Kucoba bertanya kepada kedua orang tuaku dimana bunga tersebut berada. Ternyata bunga tersebut terpaksa harus dicabut dari tanah karena untuk pemasangan caving di pekarangan rumah. Mengetahui hal tersebut aku menangis dan langsung merengek meminta untuk dikembalikan bunga matahari tersebut kepada mereka.

Keesokan harinya aku dibelikan bibit bunga matahari dan beberapa tanaman lainnya seperti semangka dan rambutan. Dibantu oleh Bapak, aku diajari bagaimana cara merawat dan membesarkan bunga matahari dengan baik.

Tiap hari aku selalu rajin menyiram bunga tersebut.

Lambat laun bunga matahari tersebut terus tumbuh dengan baik, dan kelopak bunga yang mekarpun menjadi lebih banyak.

***

Tahun demi tahun silih berganti, kini aku adalah seorang murid SD Negeri di desaku. Aku tumbuh menjadi murid SD yang rajin dan Alhamdulillah selalu bisa mendapat peringkat di kelas. Yang mana hal tersebut cukup dapat membuat kedua orang tuaku merasa bangga denganku. Namun tak seperti murid yang lain, aku yang meski seorang cowok cenderung memiliki sifat yang cengeng.

Pernah pada suatu aku diganggu oleh teman yang lain dan mencoba untuk berkelahi, namun karena aku orang yang noob banget soal berkelahi jadilah aku selalu kalah dan menangis. Entah kenapa selalu ada kakak kelasku yang namanya sama persis dengan nama panggilanku, yang selalu melindungiku agar tidak diganggu oleh teman yang lain. Meskipun begitu, aku tak pernah mengadu kepada guru, dan aku juga memiliki banyak teman yang baik lainnya.

Pada suatu hari, aku mengunjungi sebuah perpustakaan di SD. Aku menemukan sebuah buku ensiklopedi. Kucoba untuk membaca semua isinya dan aku mendapati pengetahuan tentang bunga matahari. Dikatakan dalam ensiklopedi bahwa bunga yang memiliki nama latin (Helianthus annuus L.) akan selalu menghadap kearah matahari atau yang disebut dengan Heliotropisme.

Selain itu juga bunga matahari membutuhkan sinar matahari untuk membantu proses fotosintesis. Dari ensiklopedi tersebut aku jadi belajar banyak soal fotosintesis dan juga proses penyerbukan tanaman. Selain itu juga bunga matahari mempunyai banyak sekali manfaat seperti beberapa contohnya biji bunga matahari dapat dibuat kuaci, selain itu minyak bunga matahari dapat digunakan sebagai anti inflamasi (untuk mengobati jerawat), kaya akan Omega-6 dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya.

***

Kehidupan terus lanjut berjalan hingga aku tiba di masa putih abu-abu. Seperti kebanyakan siswa lainnya yang mulai merasakan masa-masa indah saat mengenal cinta kasih terhadap lawan jenis, tidak terkecuali denganku.

Aku mulai mengenalnya, sosok yang hingga kini masih sangat aku cintai dan sayangi dengan sepenuh hati berawal dari facebook.

Eh, dari mxit ding.

Salah satu aplikasi chat yang dulu sempet sangat ngetren di ponsel java maupun symbian. Entah bagaimana caranya namanya bisa berada di daftar friend list mxitku. Aku coba iseng ajak dia chat, namun responnya yang sangat amat dingin membuatku tidak lagi melanjutkan percakapan melalui mxit.

Lanjut beberapa bulan kemudian aku teringat dengan sosok wanita yang sangat dingin itu. Aku buka facebook lalu aku iseng mencari namanya di facebook, dan ketemu!.

Langsung saja aku tambahkan pertemanan, dan diterima!

Aku beranikan diri untuk mencoba chat dengan wanita sedingin salju tersebut, dan dia mau membalasnya. Aku penasaran dengan sosok wanita sedingin salju ini, chatpun terus berlanjut dan aku bekerja keras memikirkan bagaimana caranya agar chat tidak berhenti di tengah jalan (kalian yang cowok pasti tahu perjuangan ini haha), aku coba selipkan berbagai humor dalam obrolan chat agar dia tidak merasa bosan. Wanita yang tadinya sedingin salju ini perlahan mulai mencair dan menampakkan kehangatan dari dalam hatinya. Dan kamipun menjadi tambah dekat satu sama lain.

Aku memutuskan untuk memberanikan diri bertemu dengannya disuatu tempat di pusat kota kami. Sebelumnya dia berkata akan ditemani dengan satu orang temennya cewek dan diapun mempersilahkanku untuk membawa salah satu temanku juga.

Namun yang terjadi malah aku datang seorang diri untuk menemuinya. Aku sudah memprediksi ini sebelumnya bahwa pasti aku akan sangat gugup dan selalu berkeringat bertemu dengan seorang wanita yang belum pernah ketemui untuk pertama kalinya. Dan aku pun sudah menciptakan ratusan list diotak apa apa aja yang mau aku obrolin kalo kita ketenu nanti.

Saat tiba di lokasi, dan aku tengah memarkir sepeda motorku. Tak berapa lama iapun datang bersama satu orang temen ceweknya berboncengan menggunakan sepeda motor berwarna merah. Perlahan mereka turun dari motornya setelah beres memarkirkan sepeda motornya seraya melepas helm yang masih menempel di kepala mereka. Kedua cewek tersebut kini berjalan menghampiriku. Salah satu dari mereka melemparkan senyum kepadaku dan saat itu juga aku tahu kalo dia adalah wanita sedingin salju tersebut.

Tanpa sadar mata kita saling bertemu satu sama lain.

Deg!

Ya Allah mimpi apa aku semalam bisa berjumpa dengan gadis secantik dirinya. Tanpa sadar aku terdiam mematung melihat paras cantiknya.

“Hey,, mas..” Sapa dia dengan tersenyum dan langsung membuyarkan lamunanku.

“Eeh iya, yaa?” Ucapku sedikit terbata karena terkejut.

“Udah nunggu lama ya?. Yuk langsung aja masuk kedalam tempat sup buahnya”

“Ah, engga kok. Baru sebentar hehe. Yuk”

Aku berjalan mengikuti mereka berdua dari belakang.

Di dalam tempat sup buah, aku merasa gugup dan berkeringat. Bingung mau ngobrol apa karena list percakapan yang sebelumnya udah aku siapin di otak tiba-tiba hilang semua. Blank!

Aku gabisa diem2 kaya gini terus nih.

Tiba-tiba aku teringat tentang buku biologi.

“Eh katanya ada soal biologi yang gabisa kamu kerjain dek, coba sini aku liat”

“Iya mas, susah banget o ini. Mana banyak bener tugasnya” Ucapnya seraya mengeluarkan buku lks biologi.

“Oke aku coba kerjain dulu yaa”

Disini kepercayaan diriku mulai naik, aku jadi lebih bisa mengontrol rasa gugupku. Karena kebetulan aku anak kelas IX IPA dan biologi adalah mata pelajaran favorit dan yang paling aku kuasai. Aku merasa percaya diri untuk membantu tugasnya yang mana adalah adek kelas beda sekolah, dia kelas X di suatu sma unggulan di kotaku.

Begitu aku baca soal biologi satu persatu,

Hmm sesuai dugaanku..

Soal dari Sma Negeri Unggulan memang lebih sulit dibanding Sma Negeri biasa sepertiku. Namun aku tak menyerah, dan berusaha untuk menyelesaikan semua soal. Sembari aku menjawab soal-soalnya, kami berdua mengobrol ringan tentang banyak hal dan aku berhasil membuat dia tertawa. Sebuah pencapaian yang tinggi bagiku mampu membuat dan melihat ia tertawa secara langsung. Dan tentu saja temannya juga kulibatkan dalam obrolan biar kagak dikira nyamuk/dikacangin hehe.

Matahari mulai beranjak tinggi, tanpa sadar kami sudah menghabiskan waktu 1-2jam disana. Kami memutuskan untuk mengakhiri pertemuan awal kami dan kembali kerumah masing-masing. Karena jarak ke rumah kami yang berlawanan arah, aku mempersilahkan dia untuk pulang terlebih dahulu. Setelah berpamitan, kini sosoknya perlahan mulai menghilang dari pandangan mata. Dan aku masih terpaku memperhatikannya dari atas sepeda motorku.

Good Job Tian

Ucapku lirih seraya tersenyum

Ya itulah tadi kisah pertemuan pertama kami. Masih sangat jelas semua ingatan itu berada di kepalaku. Bahkan aku masih dapat merasakan bagaimana suasananya pada waktu itu dengan langit biru yang sangat cerah, ditambah dengan kesegaran sup buah serta raut wajah manismu.

Ahh.. sempurna..

Hari Dimana Aku Menyatakan Cinta

Dipikir-pikir lagi aku ini memang bodoh banget haha, aku sangat menyadari bahwa aku bukan orang yang romantis dan merasa bodoh karena tidak menyatakan cinta di tempat dan situasi yang sangat mendukung seperti di tempat makan.

Bukannya aku menyatakannya disana malah..

Saat ini kita tengah berada di tempat makan yang menyajikan menu ayam kremes favorit kita berdua. Aku sudah merencanakan dari rumah untuk menyatakan perasaanku ditempat ini. Namun aku masih maju mundur untuk mengungkapkannya karena aku takut dia akan menolak dan menjauhiku, kembali berubah menjadi sosok wanita sedingin salju. Aku terus memikirkan ini hingga tanpa sadar kita telah selesai makan dan beranjak meninggalkan tempat tersebut.

Duh, gimana ini..

Kepalang tanggung, aku harus mengatakannya hari ini juga.

Selesai kita makan berdua, dalam perjalan menggunakan sepeda motor dengan berboncengan (sepeda motornya masih aku pake kemana-mana sampe sekarang lhoo).

Aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku.

*Ngeeeennggg*

“Emm, aku cinta kamu”

“Apa? Gak kedengeran mas”

“AKU CINTA KAMU” ucapku dengan meninggikan suara

*Pletakkk* 

suara helm di pukul

“Aduuhh, apa si?” Ucapku keheranan.

“Sama..”

“Sama apa?” Balasku berusaha memastikan jawaban darinya.

“Sama, aku juga cinta kamu” sembari tersenyum merapatkan duduknya

Aku dapat melihat senyuman tersebut dari kaca spion, dan aku berani bertaruh itu adalah senyuman terbaik dan terindah yang pernah kulihat darinya.

Sumpah yaa, aku seneng bangeett.

Dan dalam hatiku langsung berkumandang lagu “Sorak Sorak Bergembira”

Yeaahhhhhh !!

 

Lika Liku Kisah Cinta Anak Muda

Sejak saat itu intensitas kita untuk bertemu jadi semakin tinggi. Aku seringkali menunggunya didepan gerbang sekolah, atau menunggunya pulang les matematika. Jika ku pikir-pikir dulu aku jadi gatahu diri banget haha pengennya selalu ketemu tiap saat tanpa memikirkan bagaimana perasaannya mungkin merasa gaenak atau malah ngerasa kerepotan karena dimintain ketemu mulu.

Layaknya orang pacaran pada umumnya, berantem adalah hal yang wajar. Sering sekali mungkin bagiku yang terlalu egois atau memaksakan suatu kehendak ke kamu. Hingga tak jarang sering membuatmu terluka atau bahkan sampai menangis..

Hingga pada suatu ketika kita memutuskan untuk putus karena suatu kejadian salah paham.

Ya aku mengakui kalo itu salahku sih yang tidak mampu menjaga dirimu lebih baik lagi.

Karena riwayat cinta masa laluku yang sudah setia namun berakhir putus, disitu aku merasakan untuk cukup sekian aku udah jengah dengan kehidupan asmara.

Setelah kita putus kamu masih terus berjuang mempertahankanku meski aku pernah mengabaikanmu. Membayangkan waktu itu, aku sangat menyesal dan merasa sudah berbuat sangat jahat sekali ke kamu.
Aku mencoba mendekati wanita lain setelah kita putus namun gagal karena kamu masih selalu menarik tanganku dari belakang, mencoba sekali lagi dan gagal lagi.

Aku bukannya menyalahkanmu justru aku sangat bersyukur dan berterima kasih banyak karena kamu sudah menyelamatkanku. Hingga pada akhirnya mataku terbuka lebar dan aku menyadarai bahwa hanya kamulah wanita yang tulus mencintai dan menyayangi diriku selain ibu dan adik perempuanku.

Aku menerima kembali cintamu dan berjanji untuk selalu tulus mencintai dan menyayangimu. Disatu sisi aku juga sangat takut jikalau aku menyakiti hatimu lagi bahkan sampai sekarangpun rasa takut akan hal tersebut masih ada.

Oleh karenanya kuputuskan untuk mencintaimu dalam diam, tanpa banyak orang yang tahu. Karena sejujurnya dulu aku tidak tertarik untuk memamerkan kemesraan di khalayak ramai, aku lebih menyukai cara hanya kita berdua yang menikmati rasa saling tulus mencintai dan menyayangi satu sama lain. Bukan orang lain.

Sejujurnya aku juga gapengen kita saling mementingkan rasa egois satu sama lain yang berujung pada saling berantem dan melukai hatimu.

Dan benar saja, kita jadi lebih dewasa dalam menyikapi hubungan, jadi lebih akur dan tentrem dengan meminimalisir pertikaian.

Kamu adalah sosok wanita yang anggun dan tulus yang selalu baik dan membantuku dalam segala hal, kamu juga yang telah berkali-kali menyelamatkanku dalam jurang keputusasaan hidup yang amat sangat pekat, kamulah orang yang selalu membuatku bercerita tentang banyak hal bahkan juga tentang mimpi-mimpiku yang saat ini masih terasa mustahil, dan bahkan kamulah satu-satunya orang yang mendorongku untuk terus menulis, bikin sebuah blog, bekerja sebagai freelancer (fotografi, edit foto, android developer, dll) kamu selalu support aku dalam segala hal.

Mungkin pepatah yang mengatakan bahwa Dibalik Lelaki Hebat, Terdapat Wanita Hebat benar adanya.

Aku tidak mengatakan bahwa diriku ini sudah hebat, tidak. Masih belum dan jauh dari kata itu.

Aku jadi teringat akan bunga itu, kamu benar-benar seperti Helianthus yang selalu setia menatap kemanapun arah matahari bergerak. Tidak hanya itu, kamu juga sangat baik dan kehadiranmu selalu membuat orang-orang merasa sangat nyaman karena kamu adalah orang yang sangat tulus sejauh yang aku kenal.

Aku ingin selalu menjaga dan merawatmu layaknya Helianthus tersebut.

Perlahan posisimu dalam hidupku terus naik, menjadi 3 besar wanita yang ingin selalu kulindungi. Selain Ibu dan adik perempuanku.

Aku Akan Membawamu Pulang Kembali

Aku selalu merasa takut akan perasaan itu.

Perasaan dimana aku akan kehilangan seseorang yang sangat berarti bagiku yaitu kamu. Perasaan yang sama seperti aku kehilangan Helianthus di pekarangan rumah.

Tidak, bahkan lebih dari itu.

Perlahan perasaan tersebut tampak semakin nyata dan seketika dunia tiba-tiba berubah menjadi malam gelap. Tak ada matahari dan helianthus tak tahu harus menatap kearah mana. Hatiku terasa amat sangat sakit, aku yang sempat merasa sombong karena sudah dewasa maka tidak akan cengeng lagi.

Seketika air mataku tumpah begitu deras mengalir ke sekujur pipi.

Kukuatkan diri untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah shalat malam dengan kondisi mental yang drop banget dengan posisi masih terus menangis.

Memohon semua ampunan Nya dan tanpa henti berdoa untuk selalu memberikan perlindungan pada dirinya dimanapun dan kapanpun ia berada.

Aku menyadari dan mengakui aku pernah banyak berbuat salah dan melukai hatimu. Meskipun dari awal kita bisa bareng lagi sampai sekarang aku gak ada niatan untuk membuatmu terluka atau menangis lagi. Itu karena saat kamu terluka atau sakit aku juga merasakan hal yang sama, begitu juga sebaliknya. Saat aku jatuh sakit, aku tak pernah lupa aku mengingatkanmu untuk senantiasa menjaga kesehatanmu. Karena biasanya setelah aku sembuh selanjutnya kamulah yang jatuh sakit, begitu juga sebaliknya.

Aku merasa sangat amat menyesal hingga aku tak mampu untuk memaafkan diriku sendiri sampai saat ini. Aku terus menguatkan hati dan tekadku setiap hari, berjanji kepada diriku untuk bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi serta menjadi pribadi yang lebih kuat lagi agar bisa selalu melindungimu.

Hari-hari ku lalui dengan jatuh bangun jatuh bangun berkali-kali. Aku tak tahu bagaimana aku bisa menghadapi dunia jika selama ini aku selalu bergantung padamu sebagai satu-satunya tempat ternyaman untuk berbagi dalam segala hal. Entahlah, mau seberat dan sekeras apapun dunia ini. Aku selalu bisa melewatinya berkat kamu yang selalu berada disisiku. Meskipun sering terjatuh akibat terjalnya perjalanan hidup ini, aku selalu bisa untuk bangkit kembali berkat adanya dirimu.

Tapi aku tak boleh menyerah, aku harus selalu berjuang sekuat mungkin untuk bisa segera mencapai kesuksesan agar kelak suatu hari nanti aku dapat selalu bersamamu setiap hari dalam ikatan pernikahan.

Ada banyak hal yang belum bisa kita lakukan bersama seperti kamu yang selalu bersemangat mengajakku ke tempat makan seafood yang terkenal enak namun sewakti kita terakhir kesana untuk buka bersama malah sudah penuh, dan aku yang selalu ingin bisa mengemudikan mobil sendiri bersama denganmu yang duduk disamping depan dengan alunan musik favorit kita (Dave Koz – Together Again) seraya dengan obrolan-obrolan renyahmu yang selalu kurindukan.

Dan masih banyak hal lainnya yang belum dapat kita lakukan bersama.

Aku percaya hari dimana hatimu akan pulang kembali akan datang, tak peduli seberapa lamanya itu dan seberapa sesaknya hatiku aku menahan rindu, aku akan terus berjuang.

Sudah kubulatkan tekad, bahwa aku akan membawamu pulang kembali !

Tenang saja aku akan selalu stay disini dengan perasaan yang sama, tak berubah sejak pertama kali kita kenal dan bertemu. Aku akan selalu berjuang untukmu, masa depanku, dan kelak masa depan kita berdua.

Aku akan menjadi Helianthus yang terus tumbuh tinggi dan berbunga banyak, agar kelak suatu hari aku bisa menggapai Mataharimu.

 

Now its my time to be your Helianthus.
I will always loving you, no matter what happen.

You are always be my Helianthus
You are always be my Sun

😊

 

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

 

1 Comment

  1. Vika

    20 November 2018 at 15:05

    Hihi ternyata kang yusuf bisa se so sweet ini am cewek ya hihi.. mantap a yusuf.. longlast sm cweknya yaa.. smoga bisa sampe menikah ya hihi…

Tinggalkan komentar agar aku bisa berkunjung ke blog kalian :)

%d blogger menyukai ini: